Deskripsi Pekerjaan
Tentang Posisi
Rumah Sakit Hermina Jakarta, salah satu jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia, sedang mencari Terapis Wicara (Speech-Language Pathologist) yang berpengalaman dan berdedikasi untuk bergabung dengan tim rehabilitasi medis kami. Kami menyediakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan fasilitas terkini untuk membantu pasien mencapai potensi komunikasi dan menelan (swallowing) mereka secara optimal.
Mengapa Bergabung dengan Kami?
Kami menawarkan kesempatan untuk berkembang dalam lingkungan multidisipliner yang mendukung inovasi dalam terapi wicara dan bahasa. Anda akan bekerja bersama dokter THT, neurologi, psikolog, dan terapis okupasi dalam memberikan perawatan holistik kepada pasien dari berbagai kelompok usia.
Tanggung Jawab
- Melakukan asesmen komprehensif gangguan bicara, bahasa, suara, dan menelan pada pasien anak dan dewasa.
- Menyusun dan melaksanakan program terapi individual berdasarkan hasil evaluasi klinis.
- Menggunakan alat bantu komunikasi alternatif dan augmentatif (AAC) sesuai kebutuhan pasien.
- Mendokumentasi kemajuan pasien secara berkala dan menyesuaikan rencana terapi.
- Berkolaborasi dengan tim multidisipliner dalam perawatan pasien stroke, autisme, dan gangguan neurologis.
- Memberikan edukasi dan pelatihan kepada keluarga pasien untuk mendukung terapi di rumah.
- Mengikuti perkembangan terkini dalam ilmu patologi wicara-bahasa melalui pelatihan dan seminar.
- Menjaga kepatuhan terhadap standar etik dan protokol klinis rumah sakit.
Kualifikasi
- Magister (S2) Terapi Wicara atau Patologi Wicara-Bahasa dari universitas terakreditasi.
- Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Terapi Wicara atau izin praktik yang masih berlaku.
- Pengalaman minimal 2 tahun di rumah sakit atau klinik rehabilitasi medis.
- Keahlian dalam asesmen dan terapi gangguan bicara pada anak (speech delay, articulation disorder) dan dewasa (afasia, disartria).
- Pengalaman dengan kasus ganggaan menelan (dysphagia) merupakan nilai tambah.
- Kemampuan komunikasi interpersonal yang baik dan empati tinggi terhadap pasien.
- Mampu bekerja dalam tim multidisipliner dan mengelola beban kerja yang dinamis.
- Menguasai perangkat lunak medis dan dokumentasi klinis.